Pengendalian Hama Tikus Sawah

Pengendalian Hama Tikus Sawah

Kerusakan tanaman padi oleh hama tikus selalu menjadi masalah paling serius bagi para petani dan bahkan menjadi momok yang sangat menakutkan. Tikus sawah atau Rattus argentiventer merupakan salah satu jenis hama penganggu paling utama dan sangat sulit untuk dikendalikan. Hal ini karena tikus selalu belajar dari tindakan-tindakan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Tikus mempunyai indera penciuman yang sangat baik. Dengan kemampuannya inilah tikus mampu untuk menandai area pergerakan tikus yang lainnya, mendeteksi tikus tikus betina yang sedang birahi atau etrus, dan juga mengenali jejak tikus lain yang masih termasuk dalam kelompoknya.

Pada umumnya tikus akan menyerang tanaman padi di malam hari, di siang hari tikus akan bersembunyi di dalam sebuah lubang pada jalanan sawah, pematang, tanggul irigasi, dan area perkampungan yang dekat dengan sawah.

Dengan demikian para petani diharapkan untuk mampu mengendalikan tikus sawah dengan efektis dengan cara melihat kondisi lingkungan di lapangan. Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk pengendalian hama tikus sawah.

1. Sanitasi Habitat Tikus

Sanitasi merupakan suatu kegiatan membersihkan semak-semak yang menjadi tempat hidupnya tikus seperti parit, pengairan, area tanggul, pematang sawah, batas perkampungan, jalanan sawah, dan juga saluran pengairan.

2. Gropyokan

Gropyokan dapat dilakukan dengan cara melibatkan semua petani yang ada di area sekitar dengan cara penggalian sarang, pengoboran malam, penjeratan, pemukulan, perburuan dengan anjing, dan lain sebagainya.

3. Fumigasi atau Pengomposan

Fumigasi merupakan pengendalian hama tikus dengan cara pengasapan celah atau sarang tikus. Jika sudah dilakukan fumigasi maka lubang atau sarang tikus harus ditutup dengan rapat supaya tikus bisa mati. Fumigasi dapat dilakukan ada semua lubang tikus yang ada.

4. Menggunakan Musuh Alami

Salah satu musuh alami dari hama tikus adalah binatang pemangsa seperti kucing, anjing, burung elang, burung hantu, ular dan lainnya. Binatang-binatang pemangsa khususnya burung elang sebaiknya jangan diganggu dan lebih baik dilestarikan. Dengan demikian populasi hama tikus bisa berkurang secara alami.

baca juga : https://www.agrobibittanaman.com/

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>